Maraknya Pencurian Pohon Sonokeling ,DLH Tulungagung Berencana Memotong 124 Pohon Sonokeling

oleh -17 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Rawannya pencurian pohon sonokeling membuat membuat Pemerintah Kabupaten Tulungagung bingung antara harus membiarkan pohon tersebut atau harus menebang pohon tersebut. Pasalnya, jika pohon-pohon tersebut dibiarkan justru akan menyebabkan rawan dicuri oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Sedangkan jika terpaksa harus dipotong, akan sangat disayangkan mengingat pohon sonokeling masuk kategori pohon konservasi yang harus dijaga keberadaannya.

Meski begitu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung berencana untuk memotong 124 pohon sonokeling yang tersebar di lima kecamatan di Tulungagung agar tidak dicuri orang tidak bertanggung jawab. Saat ini, DLH masih meminta persetujuan atas rencananya tersebut kepada Bupati Tulungagung, dan pihak-pihak lain.

Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan mengatakan, 124 pohon sonokeling tersebut berada di wilayah Kabupaten Tulungagung yang rata-rata berumur diatas 30 tahun. Pohon-pohon tersebut tersebar di lima kecamatan yakni rejotangan, sumbergempol, kalidawir, bandung dan pakel.

“Yang kami rencanakan untuk ditebang itu pohon yang berada di wilayah Kabupaten saja utamanya di pinggir jalan yang masuk wilayah kabupaten Tulungagung. Kalau yang berada di jalur nasional, itu bukan wewenang kami,” kata Makrus Manan, Kamis (21/1).

Lanjut Makrus, pihaknya juga sudah menyampaikan kondisi pohon sonokeling di kabupaten Tulungagung ke Bupati. Dari 124 pohon sonokeling, hampir seluruhnya terpantau sudah ditandai oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dimana hal itu mengindikasikan rencana pencurian terhadap pohon tersebut. Dengan begitu, dari pada keduluan pencuri, pihaknya meminta saran ke Bupati untuk memotong 124 pohon tersebut untuk nantinya dilelang agar uang hasil penjualan bisa masuk ke kas daerah. Dimana jika dirupiahkan, ke 124 pohon tersebut senilai Rp 4 M.

“Sempat kita bicarakan dengan pihak Dinas Kehutanan, katanya 124 pohon itu bisa seharga Rp 4 M. Makanya kalau pohon itu keduluan diambil pencurikan sayang. Mengingat pohon sonokeling juga merupakan aset kita yang luar biasa, sehingga demi pengamanan mending kita potong, kita jual, lalu uangnya masuk ke kas daerah dan bisa digunakan untuk kepentingan daerah yang lebih bermanfaat,” jelasnys.

Kendati demikian, nantinya pihaknya akan tetap melakukan reboisasi demi mengganti pohon sonokeling yang ditebang tersebut. Hal itu berarti, untuk mengganti pohon sonokeling yang sudah dipotong tersebut, pihaknya akan mengganti dengan pohon lain yang sama bermanfaatnya baik secara konservasi, lingkungan dan keamanan jalan. Tanaman pengganti tersebut merupakan pohon mahoni, asem, sonokembang.

“Sebenarnya kita juga punya bibit sonokeling. Tetapi itu tidak kita tanam diluar, akan kita tanam di dalam untuk keamanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat dimintai tanggapan terkait rencana DLH memotong 124 pohon sonokeling.

Maryoto mengaku memang sudah menerima adanya rencana permintaan pemotongan tersebut oleh DLH. Namun menurut Maryoto, saat ini pihaknya masih perlu mengkaji permintaan itu. Menurutnya memang benar bahwa DLH menyampaikan jika pohon-pohon sonokeling tersebut sudah berusia diatas 40 tahunan, dan sudah harus ada peremajaan. Namun pihaknya masih perlu mengkaji mengingat itu jenis pohon dilindungi.

“Kalau untuk rawan pencurian memang perlu pengetatan dalam hal pengawasan. Untuk permintaan pemotongan itu coba kita kaji dulu. Itu nanti juga masih akan ada rapat yang dihadiri berbagai pihak untuk menyetujui keputusan itu,” ungkap Maryoto.(gus/fif)