Diperpanjangnya PPKM Jawa Bali Kabupaten Tulungagung Siap Antisipasi

oleh -5 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Diperpanjangnya Pemberlakuan Pempatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali membuat beberapa daerah yang masuk dalam daftar harus segera memperpanjang pemberlakuan pembatasan di wilayahnya.

Meski Kabupaten Tulungagung tidak masuk dalam daftar wilayah yang harus melakukan PPKM. Namun Kabupaten Tulungagung juga diharuskan melakukan antisipasi dengan menerapkan hal-hal yang menyerupai PPKM.

Wakil Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, dua hari yang lalu pihaknya memang sudah mendapat informasi secara nasional menanggapi status Covid-19 yang masih signifikan. Satgas pusat menyatakan akan memperpanjang PPKM di Jawa – Bali. Menurut Galih, menyusul hal tersebut rupanya di masing-masing provinsi, gubernurnya sudah menyiapkan masing-masing kabupaten atau kota mana saja yang wajib mengikuti PPKM.

“Kabupaten Tulungagung untungnya tidak masuk daftar lagi. Tetapi Gubernur Khofifah sudah menginstruksikan bahwa kabupaten atau kota lain juga harus melakukan antisipasi dengan menerapkan hal-hal yang menyerupai PPKM. Termasuk pemutusan rantai, dan penanganan juga harus intens,” kata Galih Nusantoro, Jumat (22/1).

Menurut Galih, menyusul instruksi tersebut, Kabupaten Tulungagung akan melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk nantinya bisa mengambil langkah apa pada saat perpanjangan PPKM Jawa – Bali dilakukan. Pasalnya, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Tulungagung perlu diperhatikan agar nantinya proses evaluasi bisa berjalan maksimal, sehingga kebijakan selanjutnya bisa sejalan dengan kondisi yang ada. Jika memang sekiranya kasus aktif di Tulungagung menurun dan angka kesembuhan tinggi. Maka Satgas memang harus melakukan relaksasi karena proses percepatan pemulihan ekonomi juga harus dilakukan selain pemulihan kesehatan.

“Data evaluasi akan kami terima pada tanggal 25 mendatang. Barulah perkiraan pada tanggal 26 esok harinya. Kami bisa menentukan langkah kebijakan apa yang akan diambil apakah memperpanjang pengetatan atau melakukan relaksasi namun tetentunya juga dengan pembatasan yang lebih longgar,” ungkapnya.

Lanjut Galih, jika nantinya hasil dari evaluasi rupanya membuahkan hasil yang baik terhadap perkembangan Covid-19 di Tulungagung yang berujung penerapan kebijakan relaksasi oleh Satgas. Maka tentunya yang mendapat relaksasi yakni penerapan jam malam yang sedikit dilonggarkan. Kemudian acara hajatan juga dimungkinkan mendapat kelonggaran, bahkan juga tempat wisata.

“Tetapi itu semua tetap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat tentunya. Karena meskipun kita memberikan relaksasi, bukan berarti kondisi kita sudah aman dan bisa santai dengan mengabaikan prokes,” imbuhnya.

Kendati demikian, Galih mengungkapkan, sampai saat ini, perkembangan kasus aktif di Tulungagung sudah menunjukkan adanya penurunan. Menurutnya, jika sehari rata-rata pasien terkonfirmasi bisa mencapai 40-70 orang. Namun saat ini rata-rata 25 orang temuan pasien terkonfirmasi positif. Tidak hanya itu, rupanya angka kesembuhan juga kian merangkak naik antara 15-20 orang perhari. Menurutnya hal itu sudah mulai menunjukkan jika neraca antara kasus aktif dan tingkat kesembuhan sudah mulai berimbang.

“Semoga beberapa hari kedepan, dengan pengetatan yang kita lakukan mulai dari menutup tempat wisata, meniadakan pembelajaran tatap muka atau melarang adanya acara hajatan. Bisa membuahkan hasil berupa kasus sembuh yang signifikan dan kasus aktif yang mulai menurun,” pungkasnya.(gus/fif)