Jelang Vaksinasi Serentak ,Dinkes Tulungagung Lakukan Screening Terhadap Forkopimda

oleh -8 views

SURYA RDIO TULUNGAGUNG – Vaksinasi serentak di Kabupaten Tulungagung akan dilakukan mulai besok, baik yang dilakukan oleh Forkopimda di pendopo, beserta para Nakes yang besok juga akan dilakukan vaksinasi di setiap puskesmas maupun di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta.

Namun sebelum itu, Dinas Kesehatan lebih dulu melakukan screening kesehatan terhadap Forkopimda, Rabu (27/1) agar vaksinasi yang dilakukan besok bisa berjalan lancar dan aman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad mengatakan, sebanyak 20 pejabat yang pada hari ini dilakukan screening kesehatan sebelum vaksinasi.

Menurutnya, sebenarnya Forkopimda sudah rutin mendapat medical check up, namun tetap saja screening kesehatan sebelum dilakukan vaksinasi harus tetap dilakukan.

Pasalnya, pihaknya ingin memastikan tidak terjadi apa-apa terhadap Forkopimda setelah dilakukan vaksinasi.

“Karena disini yang bertanggung jawab dalam pemberian vaksin terhadap para pimpinan di ruang lingkup Kabupaten Tulungagung itu saya. Makanya meskipun mereka sudah rutin melakukan medical check up, tetap saja screening kesehatan ini perlu dilakukan untuk berjaga-jaga,” kata dr. Kasil, Rabu (27/1).

Lanjut dr. Kasil, pengecekan dilakukan mulai dari kesehatan umum seperti penyakit riwayat yang menjadi kontra indikasi pemberian vaksin. Kemudian, diambil darahnya di laborat untuk memastikan kondisi sekarang terpapar virus atau tidak.

Nantinya hal itu untuk mengetahui apakah ada kencing manis atau bahkan kelainan ginjal maupun liver. Pasalnya, jika saat divaksin namun ternyata dalam kondisi seperti itu, dimana hal itu menandakan sedang dalam kondisi tidak fit, justru akan terjadi masalah.

“Semua kemungkinan yang bisa mempengaruhi setelah vaksinasi, kita coba untuk eliminasi. Agar vaksinasi berjalan lancar dan aman bagi penerima vaksin,” imbuhnya.

Kendati demikian, nantinya untuk prosedur teknis vaksinasi bagi masyarakat juga akan dilakukan screening kesehatan seperti halnya yang dilakukan oleh Forkopimda. Secara teknis, menurut dr. Kasil, nantinya akan ada empat meja dimana pada meja pertama yakni pendataan.

Lalu pada meja kedua dilakukan screening kesehatan. Baru usai dilakukan screening kesehatan dirasa aman, maka dilanjutkan ke meja ketiga yang mana dilakukan proses vaksinasi.

Barulah pada meja terakhir diberi sesi konseling untuk melakukan vaksinasi tahap berikutnya, serta diberi arahan untuk melakukan tindakan seperti apa jika ada gejala yang tidak biasa.

“Jadi vaksin ini tidak diperbolehkan bagi usia dibawah 18 tahun atau diatas 60 tahun. Bagi wanita hamil juga tidak boleh, wanita menyusui.

Hipertensi tidak terkontrol juga tidak boleh. Makanya screening ini dilakukan untuk mengetahui riwayat-riwayat itu agar nantinya bisa diberi vaksin lain,” pungkasnya.(gus/fif)