Masuk Wilayah PPKM, Satgas Covid-19 dan Forkopimda Tulungagung Terapkan Pembatasan Jam Malam

oleh -8 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung bersama Forkopimda sepakat agar penerapan pembatasan jam malam turut diperpanjang sesuai instruksi Kementrian Dalam Negeri (Mendagri), Rabu (27/1).

Meski pembatasan jam malam di Kabupaten Tulungagung juga diperpanjang, namun rupanya penerapannya kali ini ada sedikit relaksasi pada sektor perekonomian.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan menindaklanjuti surat keputusan gubernur yang menjadi dasar merupakan instruksi mendagri nomor 2 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dimana Kabupaten Tulungagung rupanya juga masuk dalam wilayah yang harus menerapkan PPKM berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Timur, sehingga mulai besok penerapan PPKM di Tulungagung harus sudah berjalan.

“Memang ada sedikit revisi, dimana Kabupaten Tulungagung sempat tidak masuk daftar kbupaten yang harus menerapkan PPKM. Namun setelah daftar itu di revisi, Kabupaten Tulungagung rupanya masuk daftar, sehingga kita diharuskan juga menerapkan PPKM sesuai instruksi Kemendagri,” kata Maryoto Birowo, Rabu (27/1).

Meski begitu, menurut Maryoto, Satgas rupanya juga akan memberikan beberapa keringanan seperti halnya Gor Lembupeteng yang sudah bisa mulai dibuka kembali untuk pedagang kaki lima atau food court. Bahkan, seperti warkop, cafe ataupun restoran juga diperbolehkan berjualan sampai malam asalkan melakukan transaksi secara take away.

Sedangkan untuk pelayanan makan ditempat hanya diperbolehkan sampai pukul 20.00 WIB. Pasalnya, pada penerapan PPKM kali ini, Satgas hanya memfokuskan pada penerapan protokol kesehatan (Prokes) saja, lantaran pemulihan ekonomi kali ini memang semakin diperhatikan.

“Kalau yang kemarin semuanya harus tutup pukul 20.00 WIB. Kalau sekarang cuma dibatasi untuk pelayanan makan ditempat cukup sampai pukul 20.00 WIB saja, kalau mau tutup lebih lama boleh asalkan melayani take away. Itupun cuma sampai pukul 22.00 WIB,” jelasnya.

Disinggung terkait apakah masyarakat kini diperbolehkan menggelar hajaran. Maryoto mengaku, hajatan juga bisa dilakukan asalkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Bahkan Satgas nantinya juga akan memberikan role model penerapan prokes dalam acara hajatan melalui video. Secara teknis, penerapannya yakni ketika datang langsung memberikan selamat kepada kedua mempelai, setelah itu turun untuk diberi bingkisan dan pulang.

“Tempat duduk tidak boleh disediakan. Jadi saat masuk itu harus cek suhu dulu, masker tidak boleh sampai dilepas, dan juga tidak boleh bergerombol. Jadi datang langsung pulang,” pungkasnya.(gus/fif)