Bupati Tulungagung Meresmikan Pasar Tradisional Ngunut

oleh -12 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Maryoto Borowo meresmikan pasar rakyat Ngunut. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (1/2/2021).

Diharapkan, setelah diresmikannya pasar tradisional di Ngunut ini dapat segera dimanfaatkan oleh para pedagang untuk mengais rejeki.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, jika pembangunan pasar rakyat Ngunut ini bersumber dari tiga dana. Yakni, dana dari Kementrian Perdagangan, dana dari Provinsi Jawa Timur dan dana dari Pemkab Tulungagung.

Ia juga menyampaikan, terdapat 284 kios yang terdiri dari 112 los dan 172 kios. Dengan begitu, pihaknya berharap agar hari ini bangunan baru di pasar rakyat Ngunut bisa segera ditempati.

“Pedagang disana sudah memilih waktu yang baik untuk melakukan perpindahan, yaitu pada hari ini. Namun saya berpesan agar nantinya proses perpindahan tidak dilakukan secara beramai ramai. Seperti halnya mengadakan wayang ataupun dangdutan. Karena saat ini masih masa pandemi,” ucap Bupati Maryoto Birowo, Senin (1/2/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tulungagung, Imroatul Mufidah mengatakan, total ada 400 pedagang di pasar Ngunut. Dan, sekitar 150 pedagang masih belum tertampung.

Namun menurutnya, untuk menampung sisa pedagang yang belum mendapat tempat tersebut, pihaknya masih mengupayakan pembangunan tahap ke 2 di pasar rakyat Ngunut.

Mengingat masih ada beberapa area yang belum dibangun dan memang direncanakan untuk dilakukan pembangunan tahap 2.

“Yang belum tertampung itu pedagang sepeda, pedagang jahit menjahit atau kemasan, abrak dan lain-lain. Pokoknya pedagang yang sekiranya membutuhkan tempat yang luas itu belum dapat,” jelas Kadin Disperindag, Imroatul Mufidah.

Imroatul melanjutkan, bangunan yang belum selesai dibangun sudah direncanakan untuk dilakukan pembangunan tahap 2. Yakni, berupa dua hanggar. Nantinya, dua hanggar tersebut akan menghabiskan dana sebesar Rp 4 M. Meski begitu, pihaknya menjamin pembangunan tersebut nantinya tidak akan mengganggu proses jual beli di pasar rakyat Ngunut.

“Itu, yang belum selesai dibangun letaknya di sebelah utara hanggar yang saat ini sudah tersedia. Atau tepatnya di tengah bangunan yang baru. Pembangunan sudah kita jadwalkan, dimulai tahun ini,” terangnya.

Pihaknya mengaku, saat ini memang sudah dilakukan peresmian oleh Bupati. Seharusnya operasional Pasar Rakyat Ngunut sudah bisa dimulai hari ini. Dengan begitu, tinggal pedagang pasar mengambil masing-masing kunci kios di UPT Pasar Ngunut. Baru setelahnya, pedagang bisa langsung memindahkan barang dagangannya dan bahkan juga sudah diperbolehkan jika ingin berjualan.

“Hari ini sudah bisa berjualan. Jadi, para pedagang tinggal ambil kunci, barang-barangnya dipindah, dan kalau mau bisa langsung berjualan,” tandasnya.(gus/fif)