Intensitas Hujan Tinggi ,Desa Sumberagung Dilanda Banjir

oleh -16 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Intensitas hujan sangat tinggi yang terjadi di Tulungagung dua hari ini menyebabkan Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan dilanda banjir yang cukup parah, Rabu (3/2).

Pasalnya, banjir tersebut sempat merendam area pemukiman dan persawahan warga yang sampai saat ini masih belum surut. Tidak hanya itu, banjir tersebut juga sempat mengakibatkan talut (jalanan ditengah sawah) yang baru selesai dibangun satu minggu lalu rusak.

Kepala Dusun (Kasun) Tanggung Ploso, Narko mengaku, sebenarnya banjir yang terjadi dua hari ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Namun menurutnya, baru tahun ini banjir didesanya masuk kategori sangat parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, banjir yang terjadi tahun ini membuat sungai ditempatnya sampai tidak muat menampung debit air. Hal itu mengakibatkan air meluber ke pemukiman warga. Tidak hanya itu, banjir pada tahun ini juga mengakibatkan area persawahan warga sampai terendam air dan tidak kunjung surut.

“Sebenarnya pas hujan itukan langsung banjir apalagi kalau hujannya deras. Setelah hujan reda 2-3 jam itu air yang disungai sudah agak surut. Tapi justru yang dipersawahan malah satu hari ini belum surut,” ungkap Narko, Rabu (3/2).

Menurut Narko, terjadinya banjir di dusunnya semula pada Selasa (2/2) sore hari dilanda hujan yang sangat deras. Karena saking derasnya hujan juga membuat desanya mendapat banjir kiriman dari lereng gunung yang terletak disebelah selatan desanya.

Dikarenakan saking banyaknya debit air, sehingga menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air. Akibatnya tidak hanya air meluber ke pemukiman warga. Namun juga membuat kondisi tanah di bibir sungai menjadi labil dan berpotensi mengalami pengikisan.

“Sudah ada yang seperti itu, itu di desa sebelah ada tiga rumah yang jarak rumahnya dengan bibir sungai sudah sangat dekat dan itu berbahaya,” jelasnya.

Dengan adanya banjir tersebut, pihaknya bersama warga sekitar berbondong-bondong membuat tanggul sementara dengan menggunakan lumpur akibat luapan banjir.

Meski begitu, pihaknya tidak menjamin tanggul tersebut bisa menahan luapan air sungai jika hujan dengan intensitas deras terjadi lagi.

“Ini sifatnya sementara karena tahun-tahun sebelumnya tidak pernah sampai luber airnya. Ya kalau misalkan tidak kuat menampung, besok dibuat lagi tanggulnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung Judianan Junjung Nugroho membenarkan jika dua hari ini di desanya terjadi banjir yang sangat parah. Menurutnya, banjir tersebut terjadi dikarenakan dua faktor yakni banjir kiriman dari wilayah Blitar, sedangkan sebagian juga banjir yang terjadi di desa Sumberagung sendiri. Namun pihaknya meyakini, jika sebenarnya justru banjir kiriman dari Blitar ditambah intensitas hujan yang terjadi semakin sering, yang menjadi penyebab parahnya banjir di desa Sumberagung.

“Yang terdampak itu ada tiga dusun, yakni dusun Suromenggalan, Panggungploso, dan Sumberagung. Memang tahun-tahun sebelumnya sebenarnya juga pernah banjir, istirlahnya banjir musiman. Tapi tidak separah ini,” kata Judianan.

Judianan melanjutkan, akibat banjir tersebut menyebabkan beberapa talut (jalanan ditengah sawah) yang baru selesai dibangun satu minggu lalu rusak. Tidak hanya itu, banjir tersebut juga mengancam perekonomian masyarakat dengan merendam area persawahan masyarskat. Padahal menurutnya, masyarakat setempat sendiri baru saja menanam padi. Dia mengatakan, jika dua hari lagi air di area persawahan warga tidak kunjung surut. Maka bisa dipastikan warga gagal panen.

“Jadi selain merusak talut, itu ada beberapa rumah warga masih terendam banjir dimana mengakibatkan perabot rumah warga hanyut. Yang paling parah justru di sektor pertanian. Air yang merendam padi akibat banjir kemarin saja hari ini belum surut,” imbuhnya.

Kendati demikian, mendapati kondisi desanya yang seperti ini. Pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada warga setempat utamanya yang bertempat tinggal di sekitaran sungai untuk turut menjaga pepohonan disekitarnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mengecek setiap aliran sungai apakah terdapat sumbatan sehingga menghambat aliran sungai yang menyebabkan banjir sampai meluber ke pemukiman warga.

“Nanti kita lihat dulu apa kira-kira yang menyebabkan banjir tahun ini parah. Kalau ada yang bisa dibenahi ya kami benahi. Tetapi kalau itu memang sudah bencana ya otomatis kami tidak bisa apa-apa. Yang terpenting semua masyarakat sudah mengantisipasi,” tutupnya.(gus/fif)