Hujan Lebat Ratusan Hektar Sawah Terendam Banjir

oleh -10 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung mencatat ada sebanyak 18 hektare lahan persawahan yang dipastikan sudah puso, Senin (8/2) akibat dari hujan lebat yang terjadi di Kabupaten Tulungagung pekan lalu.

Dari jumlah tersebut, diketahui wilayah yang terjadi puso paling parah yakni berada di wilayah Kecamatan Kalidawir dengan luas lahan 12 hektare.

Meski demikian, dipastikan pemilik lahan yang didapati puso tersebut akan menerima bantuan berupa benih untuk menanami lahan persawahannya kembali.

KepalaDinas Pertanian melalui koodinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Gatot Rahayu mengatakan, saat ini belasan hektare lahan persawahan di tiga Kecamatan sudah benar-benar puso atau gagal panen.

Menurut Gatot, tiga kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Rejotangan dengan luas lahan sebesar tiga hektare, Kecamatan Kalidawir sebesar 12 hektare dan Kecamatan Ngunut dengan luas lahan dua hektare.

“Dari data yang kemarin ada tambahan luas lahan yang terdampak yakni sebesar 225 hektare lahan padi. Jadi total saat ini sebanyak 880 lahan padi yang sudah terdampak banjir yang tersebar di 9 Kecamatan, dan 31 desa dengan luasan 880 hektare, sedangkan sebanyak 18 hektare lahan padi dinyatakan puso,” kata Gatot Rahayu, Senin (8/2).

Gatot melanjutkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, luasan banjir yang terjadi tahun ini dikatakan masih lebih besar dibanding beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya jika tahun ini terdapat seluas 880 hektare sawah yang tergenang. Sedangkan tahun lalu hanya ada 259 hektare yang tergenang banjir.

“Sebenarnya kondisi paling parah di kecamatan Rejotangan karena genangan disana sudah seperti lautan, sehingga tanaman padi tidak kelihatan. Tetapi untungnya disana tidak terlalu banyak lahan yang puso,” imbuhnya.

Dikarenakan masih ada seluas 322 hektare lahan padi yang sampai saat ini masih belum kunjung surut sepenuhnya. Pihaknya selalu melakukan monitoring terhadap lahan persawahan yang masih tergenang banjir tersebut untuk memastikan apakah tanaman tersebut mati atau tidak. Setelah itu tim di lapangan akan mencatat berapa luasan lahan yang terkena puso. Barulah para petani dibuatkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk bisa mendapat bantuan benih sebanyak 25kg per hektare.

“Kita data siapa yang punya lahan itu, berapa luasannya. Baru setelah itu kita berikan bantuan benih sesuai luas lahan yang dimiliki,” pungkasnya.(gus/fif)