Satgas Covid-19 Tulungagung Bubarkan Gantangan Burung Berkicau

oleh -12 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung kembali membubarkan kegiatan yang dilakukan masyarakat di Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, Senin (8/2).

Pasalnya, kegiatan tersebut yakni event gantangan burung kicau yang digelar di salah sayu warung kopi (Warkop) di kelurahan tersebut yang rupanya juga tidak memiliki izin dari Satgas Kabupaten.

Kabid Penegakan Perda dan Perbup, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung, Artista Nindya Putra mengatakan jika pihaknya mendapat aduan masyarakat dimana ada event lomba gantangan burung di salah satu Warkop di Kelurahan Bago. Usai pihaknya mendapat telfon dari kelurahan dan langsung mendatangi TKP, rupanya benar adanya lomba burung disana.

Akhirnya dengan tegas pihaknya membubarkan acara tersebut lantaran memang Satgas Kabupaten sampai saat ini belum memperbolehkan acara lain selain hajatan permikahan untuk digelar.

“Kami tadi bubarkan bersama Satgas desa, ada babinsa juga dan ada pihak kecamatan.

Karena memang tidak mengantongi izin dari Satgas,” kata Artista Nindya Putra, Senin (8/2).

Menurut Artista, selain melakukan pembubaran tersebut, pihaknya juga meminta KTP dari pemilik usaha gantangan untuk dilakukan pendataan dan nantinya diambil di Posko Satgas. Tidak hanya itu, nantinya juga pihak pemilik gantangan akan diberi sanksi berupa peringatan lisan atau sanksi sosial. Meski demikian, sanksi tersebut hanya akan diberikan kepada pihak panitia, sehingga pihak warkop tidak diberikan sanksi apapun lantaran tidak ada kaitannya dengan kesalahan hari ini.

“Karena ini kesalahan pertama jadi sanksinya cuma teguran atau sanksi sosial. Karena pihak acara gantangan hanya meminjam area warkop, jadi yang kami kenakan tetap panitia gantangannya saja,” tutupnya.

Sementara itu,Ketua Panitia Gantangan Kicau Mania, Iman Susanto mengaku, apa yang dilakukan pihaknya beberapa hari ini bukanlah perlombaan gantangan burung pada umumnya. Namun melainkan merupakan agenda latihan rutin dengan anggotanya seperti biasa. Menurutnya, selama pandemi ini pihaknya tidak pernah mengadakan perlombaan apapun lantaran memang tidak diperbolehkan oleh pemerintah.

“Agenda kami sebenarnya cuma latihan, namun mungkin karena memang banyak yang datang untuk menyaksikan jadi seolah olah ada event perlombaan,” jelas Iman.

Kendati demikian, usai mendapat teguran ini, pihaknya mulai hari ini akan menghentikan segala aktivitasnya meskipun itu hanya sekedar latihan rutin. Serta, dikarenakan KTPnya juga disita oleh Satgas Kabupaten, maka pihaknya juga akan segera menghadap untuk menerima sanksi yang akan diberikan oleh satgas.

“Setelah ini kami tutup tidak ada aktivitas apapun. Karena besok juga kami diminta untuk bertemu Satgas, jadi dilihat besok gimana,” pungkasnya.(gus/fif)