Polres Tulungagung Amankan Kendaraan Bermuatan Melebihi Tonase

oleh -32 views
SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Polres Tulungagung Unit Satlantas berhasil menggagalkan kendaraan bermuatan dengan melebihi tonase atau overdimensi atau overloud  atau juga sering disebut (ODOL)di wilayah jalan nasional kediri -tulungagung.
Dalam konferensi pers digelar Kamis (18/02) bertempat di Kantor Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor(UPPKB) Pojok ,Ngantru.
AKBP Handono Subiakto S.H.M.H dalam konferensi pers mengatakan kronologi kejadian tersebut berawal dari petugas satlantas melakukan patroli di jalan tersebut ,kemudian kedapatan kendaraan dr arah utara menuju ke selatan dengan kapasitas melebihi tonase diberhentikan.
Setelah diberhentikan petugas memeriksa dokumen termasuk STNK. Dalam UUD nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan Angkutan Jalan berbunyi.
“Kendaraan yang melebihi tonase dengan beberapa kriteria ODOL yakni kendaraan gandengan,kendaraan tempelan ,perubahan tipe kendaraan yang masuk di wilayah RI akan  ditindak secara hukum”.ujarnya
“Ketentuan tersebut diatur pasal 277 UUD Nomor 22 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.Kendaraan yang melebihi diatas muatan atau overloud dapat menyebabkan kerusakan jalan sehingga sering tejadinya laka lantas,”terangnya.
Menurut pengakuan pengemudi milik sendiri bermuatan barang yang sedang ekspedisi dr surabaya menuju tulungagung.
Dari hasil pemeriksaan polisi sudah menetapkan 5 orang saksi dan 1 tersangka berinisial DL  kemudian dilanjutkan  pemeriksaan oleh kejaksaan Negeri Tulungagung.
Sementara itu menurut Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung melalui Kasi Pidum John Franky Yanafia Ariandi S.H mengatakan, dari hasil pemeriksaan oleh kepolisian sudah lengkap termasuk barang bukti dilimpahkan ke kejaksaan ,kemudian dalam waktu dekat  maksimal 7 hari akan disidangkan.
Kasus Over Dimensi Overlouding atau ODOL pertama kali di gagalkan di Jawa Timur. Franky sangat mengapresiasi kepada Polres Tulungagung khususnya Unit Lantas dalam melakukan kegiatan patroli ODOL.
Semantara itu terkait safety kendaraan ODOL menurut  Penanggung Jawab UPPKB Pojok Ngantru Yono mengatakan kendaraan tersebut sulit untuk dikemudikan sehingga akan bebahaya ketika berjalan.
“Kendaraan yang bermuatan diatas rata rata akan dilakukan penimbangan berdasarkan Jumlah Berat Imbang(JBI) dan itu tidak sama antara kendaraan satu dengan yang lain.Apabila melebihi akan kita tindak. Batas normal kendaraan muat berkisar antara 30 Ton,”pungkasnya.(gus/fif)