Edarkan Uang Palsu Buruh Serabutan Di Cokok Polisi

oleh -24 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – YYK warga Desa Pojok Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung diamankan polisi karena kedapatan mengedarkan uang palsu. Pria yang berprofesi sebagai buruh serabutan ini ditangkap polisi ketika bertransaksi disalah satu toko di Kecamatan Bandung, Kamis (11/3) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung melalui Kanit Pidsus Iptu. Didik Riyanto mengatakan, tersangka YYK mengedarkan dan menyimpan Upal berupa lembaran 100 dan 50 ribu. Kemudian diedarkan dengan cara dibelikan rokok ataupun makanan diwilayah Kec. Bandung, Durenan dan Trenggalek.

Tersangka Yoyok mendapatkan Upal tersebut dari Tusaunah seorang pelayan warkop di Sumbergempol.

“Tusaunah dapat Upal dari seseorang berinisial B. Ia( B) sering datang ke warkop, kemudian 3 minggu kenalan dan Tusaunah menawarkan kerja dengan gaji yang besar,” ucap Didik, Senin (15/3/2021).

Didik menjelaskan, B menawarkan kerja sebagai pengedar Upal dengan gaji yang banyak. Namun, Tusaunah menolaknya. Awalnya Tusaunah nolak, kemudian datang si Yoyok pelanggannya juga, lalu Yoyok curhat sedang nganggur. Kemudian Tusaunah menawarkan kepada Yoyok mengedarkan uang palsu, akhirnya Yoyok mau mengedarkan uang palsu.

“Yyk membawa uang 5 juta diganti dengan uang palsu, lalu Tusaunah memberikan uang itu kepada B, lalu B datang dan proses serah terima dilakukan. Lantas uang tersebut diganti dengan uang palsu 100 dan 50 ribu sebanyak 12,5 juta. Kemudian disimpan oleh Tusaunah yang kemudian diterima oleh Yoyok dan diedarkan kemana mana,” jelas Didik.

Adapun Yyk telah mengedarkan Upal tersebut selama satu minggu, dan uang palsu yang diedarkan sudah mencapai 9 jutaan rupiah.

Barang bukti yang sudah diamankan berupa uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu sebanyak Rp 3,050 juta.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 36 ayat 2,3 dan 4. Pasal 26 UU Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(gus/fif)