Pasca Serangan Teroris Di Mabes Polri, Mapolres Tulungagung Lakukan Pengamanan Ekstra Ketat

oleh -32 views

 

TULUNGAGUNG SURYA RADIO – Pasca serangan teroris Lone wolf di Mabes Polri pada Rabu (31/3/21) kemarin, Mapolres Tulungagung langsung melakukan pengamanan ekstra ketat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kamis (1/4/2021).

Nampak terlihat anggota Polres bersenjata lengkap berjaga di pintu masuk Mapolres. Selain memperketat penjagaan, pengawasan terhadap orang yang masuk ke Polres ditingkatkan. Salah satunya barang bawaan dan tas pengunjung yang masuk Polres tidak luput dari periksaan petugas jaga.

Kapolres Tulungagung melalui Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Trisakti saat dihubungi lewat telfon mengatakan, pemeriksaan ini sebagai antisipasi kejadian terorisme yang terjadi di Mabes Polri kemarin.

“Pemeriksaan dilakukan agar kejadian di Mabes Polri tidak terjadi di Tulungagung. Hal ini dilaksanakan sesuai SOP, dengan menempatkan personil bersenjata lengkap di titik-titik tertentu,” ucap Iptu Tri Sakti, Kamis (1/4/2021).

Ia juga menyampaikan, untuk pelayanan kepada masyarakat, seperti SKCK, SIM, maupun pengurusan STNK, tetap dilakukan dengan penjagaan.

Penjagaan tak terbatas pada properti milik Polres, seperti gudang penyimpanan vaksin covid. Namun penjagaan juga dilakukan di seluruh objek vital. Hingga kini kondisi di Mapolres relatif aman, namun kondisi ini tak membuatnya menjadi lengah.

“Patroli gabungan TNI-Polri dan Satpol PP ditingkatkan di seluruh wilayah Tulungagung.
Secara umum, pasca kejadian teror di Makasar dan Mabes Polri belum terlihat dampaknya pada masyarakat.

“Namun penjagaan ditempat ibadah seperti Gereja lebih ditingkatkan lagi dengan menambah alat deteksi berbahaya. Dan untuk penjagaan di perbatasan dilakukan patroli skala besar,” jelasnya.

Patroli dilakukan untuk mencegah masuknya bahan peledak. Sebelumnya, Mabes Polri diserang oleh teroris dengan membawa senjata sejenis pistol.

Pelaku yang diketahui berinisial ZA (25) menerobos pintu belakang dan menembak anggota polisi yang berjaga di pos penjagaan.
Polisi membalas dengan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan tewasnya teroris tersebut.

“Beberapa hari lalu juga terjadi aksi teros bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3/21) yang menewaskan kedua pelaku,” tandanya. (gus/fif).