Bapenda Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi Dengan DPRD Terkait NJOP Tahun 2021

oleh -54 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi dengan ketua DPRD Tulungagung, Sekretaris Daerah, dan instansi terkait tentang kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB P-2 tahun 2021 di ruang Graha Wijaksana, Rabu (7/4/2021).

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono mengatakan, kenaikan NJOP kali ini memang sudah disepakati antara kepala desa dengan eksekutif. Dalam hal ini Bupati Tulungagung, dengan kenaikan maksimal 25 persen.

“Kami mendorong kepada eksekutif (Bupati) terkait kenaikan NJOP ini agar segera dievaluasi. Apabila ada yang kurang harus diluruskan, yang benar harus dilanjutkan,” ucap Ketua DPRS Tulungagung, Marsono, Rabu (7/4/2021).

Ia juga menyampaikan, mekanisme tersebut harus dilakukan evaluasi terkait kenaikan NJOP, dan pajak yang masih dikeluhkan oleh warga.

“Pihak Pemerintah Kabupaten Tulungagung agar melakukan evaluasi Terkait kenaikan NJOP PBB P-2 supaya berjalan dengan baik yang telah disepakati bersama,” terangnya.

Ditanya soal Kades yang belum mengambil SPPT di Kecamatan, DPRD mendorong agar proses pemerintah daerah berjalan dengan lancar melalui mekanisme yang wajar.

“Apabila nantinya warga yang merasa keberatan terkait pembayaran NJOP tersebut, DPRD meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk siap mengkomunikasikan kepada Camat maupun Kepala Desa,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Tulungagung, Sukaji mengatakan, ia sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Ketua DPRD Tulungagung tersebut.

“Apabila ada warga masyarakat merasa keberatan tentang kenaikan NJOP, maka kami lakukan pengkajian ulang,” katanya.

Kenaikan NJOP ini merupakan keuntungan bagi masyarakat. Sehingga, potensi tanah di Kabupaten Tulungagung mempunyai nilai jual yang tinggi.

“Kebijakan kenaikan NJOP ini sudah diatur dalam Perbup, termasuk diatur soal stimulus pemberatan pembayaran pajak yang sudah tersampaikan,” ungkapnya.

Nantinya pemkab akan melaksanakan sosialisasi secara cepat dan ditargetkan tanggal 14 April mendatang agar SPPT sudah teralisasikan semuanya. (gus/fif).