Napi Jalani Asimilasi di Rumah Dapat Pembekalan Keterampilan Menjahit dari Bapas Kediri

oleh -20 views

 

SURYA RADIO KEDIRI – Sebagai salah satu dampak dari pandemi Covid-19 ini adalah minimnya jumlah lapangan kerja bagi masyarakat. Hal tersebut sangatlah terasa dengan banyaknya jumlah PHK sehingga berdampak pada banyaknya pengangguran.

Tak terkecuali kesempitan ekonomipun dirasakan oleh Narapidana (napi) yang dibebaskan untuk menjalani masa asimilasi di rumah. Bagaimana tidak, sebagian besar narapidana di Indonesia ini berasal dari masyarakat dengan golongan ekonomi menengah ke bawah dengan minimnya keterampilan yang dimiliki.

Bertolak dari permasalahan tersebut, Kepala Bapas Kediri, Yuyun Nurliana mengimbau kepada para pembimbing kemasyarakatan (JFPK) untuk mengoptimalkan pembimbingan dan pengawasan bagi para napi yang sedang menjalani asimilasi di rumah dengan membekalinya keterampilan.

Untuk kali ini, keterampilan yang dipilih adalah menjahit. Dengan menggandeng salah satu Pokmas Lipas (LPK Sarita II) Bapas Kediri memberikan pelatihan kepada para kliennya untuk menjadi penjahit.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (5/4/2021) sampai dengan Kamis (8/4/2021) ini diikuti oleh 20 klien dewasa yang sedang menjalani masa asimilasi di rumah.

Sebelum kegiatan dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan rapid tes antibody untuk menghindari penyebaran virus corona. Dari hasil rapid tes yang telah dilakukan, ternyata ada beberapa klien yang terindikasi reaktif sehingga mereka terpaksa dipulangkan karena tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan.

Pada pembukaan kegiatan Senin (5/4/2021) pukul 09.00 WIB di Aula Bapas Kediri, Kepala Bapas Kediri Yuyun Nurliana, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pesan kepada peserta.

“Keterampilan menjahit tingkat dasar ini adalah sebuah keterampilan yang sangat berguna sehingga diharapkan para klien mampu untuk mengembangkan keterampilan yang telah diajarkan dan benar-benar dapat memanfaatkannya untuk bekal kehidupan yang penuh dengan persaingan ini,” ujarnya.

Kegiatan menjahit ini dilaksanakan di LPK Sarita II selama 4 hari. Meskipun sebagian besar peserta baru menggeluti dunia jahit-menjahit, namun berkat tekat kuat dan bimbingan dari instruktur yang sudah berpengelaman sehingga dalam waktu yang singkat para peserta mampu untuk menjahit masker, tas sederhana, taplak, dan sarung bantal.

Penutupan kegiatan dilaksakan Kamis (8/4/2021) di Aula Bapas Kediri. Kepala Bapas Kediri, Yuyun menutup kegiatan dan mengucapkan selamat kepada 20 peserta yang telah mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan akhir.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk kehidupan peserta sehingga mampu menjadi manusia yang tangguh, berguna dan berkualitas. Kami berharap, para klien terhindar dari pelanggaran hukum kembali,” ucapnya.

Di akhir kegiatan, Kepala Bapas Kediri Yuyun menyerahkan sertifikat kepada masing-masing peserta dan hasil karya peserta yang mendapat hasil terbaik.(tg)