Pemkab Kediri Berencana Bangun Dua Embung Besar Dekat Bandara Untuk Cegah Banjir

oleh -31 views
SURYA RADIO KEDIRI  – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung pembangunan Bandar Udara Kediri. Pengecekan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dilakukan untuk melihat progres pembangunan bandara, sekaligus memastikan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Dalam peninjauan itu, Mas Bup sapaan akrab Bupati, didampingi oleh Direksi PT Surya Dhoho Investama (SDI) selaku perusahaan pelaksana pembangunan. Masbup menegaskan, apabila progres pembangunan sesuai dengan target. Bahkan, pada awal 2023 mendatang, Bandara Kediri diproyeksikan mulai beroperasi.
“Saya komunikasi dengan Gudang Garam selaku pihak yang membangun bandara. Bahwa ada kekurangan lahan 0,4 persen dari total keseluruhan bandara. Gudang Garam sudah mengkomunikasikan dengan baik dengan pihak yang terkena pembebasan dan progesnya cukup baik. Target Gudang Garam, tahun 2023 sudah mulai commercial flight,” kata Mas Bup, panggilan akrab Hanindhito Himawan Pramana.
Ditambahkn Mas Bup ,Pemerintah Kabupaten Kediri juga berencana akan membangun dua embung skala besar di kawasan bandara untuk mengatasi banjir sarana dan prasarana pendukung bandara harus disiapkan. Mengingat kawasan itu merupakan daerah langganan banjir. Sehingga pembangunan embung menjadi skala prioritas dalam paket proyek pembangunan bandara yang masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Dengan adanya pembangunan 2 embung ini akan mengalirkan air saat musim kemarau, dan menampung air saat musim hujan. Banjir disini terjadi karena di gunung Wilis pohon-pohon besar tidak ada, diganti dengan tanah pertanian sehingga air hujan langsung mengalir ke bawah, “ imbuh Mas Bup.
Terpisah, Direktur PT SDI Maksin Arisandi mengaku, progres pembangunan Bandara Kediri berjalan sesuai target. “Saat ini total pengerjaan sudah mencapai 51 persen, dengan target kita sudah tercapai. Seharusnya sampai awal 2023 sudah selesai,” kata Maksin Arisandi.
Ia menambahkan, dalam pengerjaan proyek tersebut juga melibatkan langsung warga sekitar. Ada lebih dari 50 persen warga di daerah terdampak langsung proyek pembangunan bandara yang dilibatkan dalam pekerjaan tersebut. Empat desa itu meliputi Desa Jatirejo di Kecamatan Banyakan, Grogol di Kecamatan Grogol, Bulusari dan Tarokan di Kecamatan Tarokan.
“Fokusnya pemberdayaan masyarakat sekitar. Kalau ada warga sekitar yang memenuhi kualifikasi pasti dilibatkan. Karena, kenapa harus mengambil yang jauh jika ada yang dekat,” tegasnya.
Bandara Kediri menjadi tempat penerbangan pertama di Indonesia yang dibangun 100 persen dana investasi pihak swasta yakni, PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk Kediri dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sesuai rencana, lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara sekitar 300-400 hektare.(adv/kominfo/nar)