PMI Asal Tulungagung Tiba Di Disnakertrans Tulungagung

oleh -13 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Sebanyak 18 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tulungagung tiba di Disnakertrans Tulungagung, yang sebelumnya telah menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya, Jumat (30/4/2021) sore.

Mereka bukan hanya pekerja migran saja, melainkan ada empat orang yang tugas belajar di Jepang. Mereka pulang melalui jalur penerbangan dari Singapura. Salah satu dari mereka, Susilowati mengaku tiba pada 28 April 2021. Menurutnya, saat itu situasai kedatangan di Bandara Juanda Surabaya masih membingungkan.

“Karena hari itu pertama diberlakukan karantina. Jadi SOP-nya seperti belum jalan,” ungkap mahasiswi program doktoral ini, Jumat (30/4/2021).

Iajuga menyampaikan, sempat terjadi penumpukan di Bandara Juanda sebelum akhirnya diurai TNI, Polisi dan Dinas Perhubungan. Warga asing dan warga Indonesia dipisahkan, lalu warga Indonesia diangkut ke Asrama Haji. Di asrama haji, barulah dilakukan test usap untuk memastikan status kesehatan masing-masing.

“Hasilnya negatif. Tapi sebelum kami take off dari Jepang, kami sudah bawa hasil swab negatif,” ternag Susilowati.

Menurut data yang ada jumlah warga Tulungagung yang akan pulang ke Tulungagung sebanyak 17 orang. Namun, perkembangannya bertambah satu orang menjadi 18 orang. Sebab satu orang warga Madiun ternyata ikut terbawa ke Tulungagung.

“Ini KTP-nya Madiun, tapi calon suaminya di Tulungagung. Dia memilih ikut ke Tulungagung,” terang Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso.

Warga Madiun yang ikut ke Tulungaung itu adalah seorang perempuan dengan inisial TILM, sedangkan calon suaminya dari Kecamatan Rejotangan.

Agus mengatakan, apa yang dilakukan TILM sebenarnya tidak boleh terjadi.
Karena itu pihaknya akan memulangkan TILM ke Madiun.

“Entah nanti dipulangkan naik mobil atau bus, kami akan hubungi Satgas (Percepatan Penanggulangan Covid-19) Madiun,” kata Agus.

Sedangkan satu orang lainnya, Sri Wahyuni, sebenarnya berasal dari Ambulu, Jember. Namun, Sri bisa menunjukkan surat nikah, dan membuktikan suaminya berasal dari Tulungagung. Sri pun diterima dan akan dikirim ke desa tempat asal suaminya.

“Kalau suami istri, ada surat nikah bisa ke Tulungagung. Tapi kalau masih pacar, jangan, itu dilarang,” tegas Agus.

Warga yang baru pulang dari luar negeri ini nantinya dijemput aparat desa masing-masing. Mereka akan menjalani karantina lanjutan di desa selama tiga hari. Disnakertrans mencatat ada 1204 warga Tulungagung yang akan pulang ke luar negeri. Mayoritas mereka adalah pekerja migran yang habis masa kontraknya.(gus/fif).