Buat Transaksi Fiktif Kasir Cantik Sebuah Koperasi di Tulungagung Diamankan Polisi

oleh -45 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Tulungagung menahan SNS (25), kasir cantik disalah satu koperasi di Tulungagung. SNS merupakan warga Desa Rejotangan Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Jumat (18/6/2021).

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, melalui Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Didik Riyanto mengatakan, SNS membuat transaksi fiktif pada bulan Maret-April 2020 lalu.

“Tersangka membuat transaksi fiktif yang merugikan koperasi bangun jaya makmur tempatnya bekerja, sehingga koperasi tersebut mengalami kerugian puluhan juta rupiah,” ucap Iptu Didik Riyanto, Jumat (18/6/2021).

SNS, ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatannya karena menggelapkan barang atau uang. Pasalnya, ia mempunyai jabatannya dalam koperasi tersebut. Penetapan SNS dilakukan setelah proses gelar perkara pada 27 Mei 2021 lalu.

Didik menyampaikan, sebagai kasir, SNS leluasa membuat laporan transaksi keuangan. Sehingga SNS membuat data fiktif yang dilaporkan pada pimpinan. Perbuatan SNS ini terbongkar saat pihak koperasi melakukan audit keuangan.

“Kerugian yang dialami pihak koperasi kurang lebih 74 juta rupiah. Dari pemeriksaan yang kami lakukan, uang hasil penggelapan digunakan untuk keperluan pribadi,” terang Didik.

Didik menambahkan, uang itu digunakan untuk belanja online, membeli perhiasan dan motor. Kemudian pihak Polres Tulungagung melakukan penahanan terhadap SNS.

“Saat ini, kami mengamankan sejumlah barang bukti berupa buku tabungan, laporan keuangan bulan Juni 2020, daftar gaji karyawan bulan Mei 2020, laporan keuangan kasbon, laporan keuangan bulan Mei dan Juni, kwitansi dan beberapa barang bukti lainya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Didik menjelaskan, untuk menutupi kerugian koperasi ini, SNS mengelabuinya dengan mengajukan pinjaman di koperasi jaya makmur di Trenggalek. Ketika mau laporan, dia bingung karena uangnya digunakan secara pribadi, tanpa sepengetahuan pimpinan koperasi tempatnya bekerja. Dan mengajukan pinjaman mengatasnamakan pimpinan koperasi bangun jaya makmur.

“Akibat perbuatannya, SNS dijerat dengan pasal 374 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tandas Didik. (gus/fif)