Pemkab Tulungagung Gelar Upacara Jamasan Tombak Kyai Upas, Warisan Leluhur

oleh -23 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung menggelar upacara adat jamasan tombak kyai upas yang digelar di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Tulungagung, Jum’at (20/8/2021).

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, upacara adat jamasan pusaka tombak kyai upas merupakan suatu prosesi adat yang setiap tahunnya digelar tepat pada tanggal 10 Muharam.

“Sudah sejak dulu, sejak Bupati pertama Raden Mas Brenggono Kusumo. Pusaka ini (Tombak kyai upas) adalah andalan Tulungagung yang memperkuat spirit mental pejabat,” ucap Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Jumat (20/8/2021).

bupati Maryoto mengungkapkan, pusaka tombak kyai upas merupakan tongkat estafet yang berasal dari kerajaan Matamaram, yang diberikan kepada bupati pertama kabupaten Ngrowo (Tulungagung), sebagai bentuk mandat atas kepemimpinan untuk suatu wilayah. Dalam hal ini kabupaten Tulungagung.

“Bentuk kepercayaan komando dari Kerajaan Mataram kepada Kabupaten Ngrowo,” kata Maryoto.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan upacara adat jamasan tombak kyai upas kali ini memang sedikit ada perbedaan. Pasalnya, hingga kini pandemi COVID-19 belum juga usai.

“Dulu, sebelum pandemi, tombak kyai upas diarak ke luar oleh pasukan sah Bergodo yang diiringi kesenian. Namun, hari ini sederhana karena pandemi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Bambang Ermawan menuturkan, upacara adat jamasan pusaka tombak kyai upas ini termasuk dalam program nasional. Yakni, pengelolaan keragaman budaya.

Menurutnya, prosesi upacara adat jamasan pusaka tombak kyai upas merupakan bentuk dari warisan budaya tak benda.

Selain itu, dia menegaskan, bahwa pihaknya sedang melakukan inventarisasi terhadap warisan budaya tak benda (BTB) yang ada di Kabupaten Tulungagung.

“Seperti hari ini, merupakan pelestarian dari budaya adiluhung, dan kebetulan ini (Jamasan) sudah masuk kategori budaya tak benda. Harapannya, semua teregristasi dan tercatat oleh Pemprov Jatim,” pungkasnya.(gus/fif)