Pabrik Gula Pastikan luberan air berkabut bukan limbah B3

oleh -35 views

 

SURYA RADIO KEDIRI– Mengantisipasi agar tidak kembali terjadi luapan air pendingin condesor masuk ke dalam saluran air selokan. Pihak Pabrik Gula Pesantren Baru Kota Kediri melakukan beberapa upaya monitoring sekaligus pencegahan.

Dikatakan Hasan Mursid Asman selaku Asisten Manajer lingkungan Pabrik Gula Pesantren, pasca terjadinya luapan kemarin, saat turun air hujan, pihaknya mulia nmemonitoring level air jatuhan.

Disamping itu tidak lupa pabrik juga telah menyiapkan pengurasan air hujan serta pembuatan tanggul ketika terjadi emergency. (darurat)

Penjelasan yang ia sampikan ini sekaligus juga menampik adanya kabar yang beredar menyebutkan jika air tersebut mengandung amoniak.

” Dipastikan berita itu tidak benar karena Pabrik Gula Pesantren Baru tidak menggunakan bahan pembantu proses amoniak atau pun memproduksi amoniak, ” Terang Mursid Asman Senin 13 September 2021.

Lebih lanjut ia menjelaskan kronologis kenapa air pendingin condesor tersebut masuk ke saluran air selokan depan pabrik hingga meluber ke jalan.

Menurutnya hal tersebut dikarenakan pada saat itu pada hari Minggu 12 September 2021, turun hujan lebat sehingga mengakibatkan saluran air hujan milik Pabrik Gulan Pesantren Baru tidak mampu menampung debut air hujan .

Kelebihan air itu laku meluber menuju saluran air jatuhan (pendingin condensor).

Mursid Asman kembali menjelaskan jika Air tersebut termasuk air non polutan, tetapi memiliki temperature sekitar 40’ sampai 42’ C atau sekitar 38 C setelah tercampur air hujan.

Hingga Kemudian nampak terlihat seperti asap atau kabut. Hal ini disebabkan adanya perbedaan suhu air tersebut dengan suhu lingkungan sekitar 29’ C sehingga terjadi proses evaporasi.

Air tersebut merupakan air pendingin yang bukan limbah B3 ataupun non B3 dan juga tidak mengandung bahan kimia.

Seperti diketahui luberan air pendingin ini kali pertama diketahui oleh warga. Petugas kepolisian yang mengetahuil tersebut kemudian meresponya melakukan pengecekan dengan dengan mendatangi lokasi. (*)