Bulan Suro , Ratusan Pusaka di Jamas Area Situs Arca Totok Kerot

oleh -13 views

 

SURYA RADIO – Lebih dari 100 senjata pusaka menjalani ritual jamas.Ritual jamas ini dilakukan di area situs arca Totok Kerot di Desa Bulu Pasar Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Selasa (2/08/2022).

Ratusan senjata pusaka yang dijamas tersebut, bukan hanya berasal dari lokalan Kediri melainkan juga daerah lain seperti Nganjuk,Tulunganggung bahkan paling jauh berasal dari Semarang.

Dikatakan Arif Baedowi ketua Patika (Paguyuban Antik Kediri ), ada beragam jenis pusaka yang dijamas. Diantaranya Pusaka Jalak, petok, panimba serta Majapahit.

Menurutnya sebelum ritual jamasan dilakukan pihaknya terlebih dahulu harus mengumpulkan 9 sumber mata air.

Air yang digunakan untuk mencuci pusaka bukan air sembarangan, melainkan harus memiliki makna arti kebaikan .

” Air sumber makna baik. air Sedudo,Sendang Junjung Drajat,Sendang Kencono,serta Sendang kantil. Total ada sekitar 9 sumber mata air ,” Ujarnya.

Sambung Arif Baedowi, pencucian pusaka rutin dilakukan setiap satu tahun terutama menginjak bulan Suro. Ritual jamas pusaka ini dilakukan dengan maksud membuang aura negatif yang menempel di pusaka selama setahun.

” di jamasi agar aura aura negatif hilang. Begitu hilang pusaka memberikan fungsi berkah kepada pemiliknya ,” katanya.

Jika pusaka tidak dijamas dikhawatirkan akan membawa kesialan bagi pemiliknya.

Prosesi jamas pusaka melibatkan sedikitnya 9 paguyuban pelestari budaya, se- Kediri Raya. Antara lain Tulunganggung , Trenggalek, Jombang dan Kediri.

Lebih lanjut Arief Baedowi mengemukakan alasanya mengapa memilih area situs totok Kerot untuk menjamas pusaka. Dikarenakan tempat s tersebut selama ini lebih dikenal oleh masyarakat luas .

” Totok Kerot situs yang dimiliki Kediri. Jarang ada kegiatan disini semoga membawa berkah,” pungkasnya.

Sebelum dijamas , ratusan pusaka ini sempat dikirab start dari balai Desa Bulu Pasar.
Semula Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana dijadwalkan hadir. Tetapi karena ada keperluan lain yang lebih mendesak. Bupati berusia 30 tahun tersebut tidak jadi datang dan diwakilkan kepada Adi Suwignyo selalu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri .

Selain itu juga terlihat Imam Mubarok Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4).(wg/jn)