Liga 1 Vakum, Dokter Tim Persik Isi Kegiatan Memasak

oleh -32 views

 

SURYA RADIO – Dari luar suasana mess Persik Kediri terlihat sepi. Tercium bau aroma masakan dari dalam ruang dapur. Terlihat Dokter tim Persik Kediri dr Yusuf Zulfikar sedang memasak ditemani salah satu pengurus tim. Menu yang dimasak olahan ikan bakar kakap merah.

Ia kemudian memberikan tips cara memasak ikan bakar kakap merah. Sebelum dimasak ikan kakap merah terlebih dulu harus direndam diberi asam plus garam. Kemudahan dibalur dengan bumbu yang sudah diblender atau diuleg. Lalu dibakar hingga bumbunya meresap. Setelah itu baru dihidangkan dengan varian sambel trasi atau sambel mentah.

” Saya 2 bersaudara mas , kita laki laki semua. Ibu dulu pernah berpesan kalau kalian sekolah atau kerja diluar negri harus mandiri. Dari SD, SMP kita sudah diajarkan cara masak,” kenang dr Yusuf Zulfikar Rabu 02 November 2022.

Pria berusia 31 tahun ini mengaku bisa mengelolah racikan bumbu menu segala masakan.
” Ada ide melintas dikepala, ayo kita bikin. Bumbunya mix, ala Makassar, ala Jawa ala Timur. Sayang disini jarang ada sagu. Kalau ada sagu lebih enak lagi kita masak, ” ujarnya.

Disaat libur kompetisi atau akhir pekan ia selalu sempatkan untuk memasak. Kebiasaan itu mulai ia lakoni saat menjadi dokter tim di klub sepak bola Bhayangkara FC. Menu makanan yang sering kali dimasak ikan goreng sambel trasi, sambel mentah serta ayam bakar rica rica.
Karena banyak pemain yang libur pulang kampung, hanya beberapa orang saja yang kerap kali ia ajak untuk mencicipi menu masakanya.
” Pelatih juga kan dia sendiri disini , kita undang sekedar ngobrol sambil silahturahmi, ” katanya.

Disaat semua pemain memutuskan untuk pulang ke kampung halaman masing masing.Dr Yusuf Zulfikar justru memilih tetap bertahan tinggal di Kota Kediri.
” Yang pertama kalau saya pulang jauh rumah kampung saya. Kampung saya Sulawesi Tengah, tapi yang paling timur, kami di Pulau. Dari Surabaya saya harus transit Makassar. Makassar terus saya naik pesawat lagi ke Luwuk, kemudian naik kapal laut sekitar 4 jam. Naik kapal pun itu hanya ada satu hari sekali. Pertimbangan saya lain gak pulang karena khawatir, jika saat pulang tiba tiba kompetisi jalan,” pungkasnya

Meski baru 4 bulan, pria beristrikan seorang dokter gigi tersebut merasa betah tinggal di Kota Kediri.

” Sementara ini saya tetap di Kediri , karena ada beberapa pemain yang saat ini sedang melakukan pemulihan lagi maitence itu yang saya jaga juga biar yang lain pulang ke rumah saya tetap disini ,Untuk mencegah juga ad beberapa pemain yang sakit, jadi mereka tahu kalau saya disini,”pungkasnya.(wg/jn)

No More Posts Available.

No more pages to load.